Kembalinya Warga Arab di Wilayah Eks SDF - Balige Keren
Kembalinya Warga Arab di Wilayah Eks SDF

Kembalinya Warga Arab di Wilayah Eks SDF

Share This

Perkampungan Arab di eks wilayah SDF/PKK menghadapi kondisi yang kompleks setelah bertahun-tahun dikuasai oleh kelompok bersenjata. Banyak desa ditinggalkan penghuninya akibat kampanye pembersihan etnis yang dilakukan selama konflik.

Sejumlah laporan menyebut bahwa kampanye ini membuat warga Arab mengungsi ke kota-kota besar atau provinsi lain. Desa-desa yang sebelumnya ramai kini terlihat sepi, dengan rumah-rumah kosong dan ladang yang tidak terurus.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, gelombang pengungsi mulai kembali. Warga Arab yang pulang menemukan desa mereka masih memerlukan rekonstruksi. Rumah-rumah yang rusak dan fasilitas publik yang terbengkalai menjadi fokus utama perbaikan.

Pembersihan etnis yanh dilakukan oleh kebijakan SDF disebut mirip dengan pendekatan Assad.

Para pengungsi Arab yang kembali menghadapi tantangan berat. Infrastruktur yang rusak, listrik dan air terbatas, serta ketidakpastian keamanan menjadi hambatan utama. Namun mereka tetap berusaha membangun kembali kehidupan mereka.

Tokoh-tokoh Arab lokal mulai menyuarakan kegelisahan mereka. Mereka menekankan pentingnya agar SDF/PKK tidak melanjutkan pengusiran, blokade, atau pembersihan etnis yang pernah terjadi di wilayah ini.

Kekhawatiran ini tidak hanya terkait keamanan fisik, tetapi juga pada dampak sosial jangka panjang. Hubungan antara komunitas Arab dan Kurdi di Hasakah menjadi sangat sensitif akibat sejarah konflik dan pergeseran populasi.

Beberapa tokoh Arab mendesak adanya mekanisme pengawasan internasional untuk memastikan hak-hak warga dihormati dan tidak terjadi diskriminasi berbasis etnis. Hal ini dianggap penting untuk mencegah eskalasi ketegangan.

Sejumlah desa mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Ladang-ladang yang sebelumnya terbengkalai kini digarap, dan rumah-rumah yang rusak sedang diperbaiki secara bertahap oleh warga yang kembali.

Namun situasi tetap rapuh. Kehadiran milisi SDF/PKK di sejumlah titik strategis masih menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga Arab, terutama terkait kebebasan bergerak dan akses ke sumber daya lokal.
Beberapa pengamat menyamakan situasi ini dengan apa yang pernah terjadi di era Assad, ketika kontrol ketat terhadap wilayah tertentu memungkinkan pengelolaan keamanan, namun tetap menimbulkan ketegangan sosial.

Masyarakat Arab menyadari pentingnya membangun kembali hubungan dengan komunitas Kurdi. Dialog lokal dianggap sebagai kunci untuk mencegah konflik baru dan memperkuat perdamaian di wilayah Hasakah.

Tokoh Arab berupaya mengadvokasi hak-hak pengungsi yang kembali agar dapat mengakses layanan publik, pendidikan, dan kesehatan tanpa hambatan dari milisi lokal.

Perkampungan yang ditinggalkan menunjukkan kerentanan akibat kekosongan penduduk. Rumah-rumah kosong menjadi sasaran vandalisme, sementara fasilitas publik rusak akibat tidak ada pengawasan rutin.

Sejumlah LSM dan organisasi kemanusiaan mulai memasuki wilayah ini untuk membantu rekonstruksi dan penyediaan kebutuhan dasar, termasuk air bersih, makanan, dan peralatan sekolah.
Proses reintegrasi pengungsi Arab memerlukan koordinasi antara warga, tokoh lokal, dan aparat SDF/PKK. Pendekatan partisipatif dianggap lebih efektif untuk mengurangi gesekan sosial.

Meski ada kemajuan, warga tetap khawatir terhadap kebijakan mendadak atau penyebaran propaganda yang dapat memicu ketegangan baru. Mereka menuntut kepastian hukum dan perlindungan hak asasi.

Beberapa desa yang telah berhasil direhabilitasi menjadi simbol harapan. Kehidupan perlahan kembali normal, dengan anak-anak kembali bersekolah dan pasar lokal mulai beroperasi.

Warga Arab menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda agar mereka tidak terjebak dalam konflik masa lalu, tetapi dapat ikut membangun ekonomi dan sosial desa.

Situasi di wilayah Hasakah kini menjadi indikator seberapa efektif SDF/PKK dalam mengelola populasi yang heterogen. Keberhasilan rekonstruksi dan reintegrasi warga Arab akan menentukan stabilitas jangka panjang.

Dengan kembalinya warga Arab dan upaya rekonstruksi yang sedang berlangsung, wilayah eks SDF menunjukkan bahwa pemulihan sosial dan ekonomi mungkin terjadi jika ada kepemimpinan yang adil dan dialog antar-komunitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages